
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Allah Ta’ala memberitahukan ihwal pemberian karunia kepada Bani Adam dan penghormatan kepada mereka dengan membicarakan mereka di al-Mala’ul A’la, sebelum mereka diadakan. Maka Allah berfirman, ”Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat.” Maksudnya, hai Muhammad, ceritakanlah hal itu kepada kaummu. ”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Yakni, suatu kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, ”Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi.” (Fathir:39)
Itulah penafsiran khalifah yang benar, bukan pendapat orang yang mengatakan bahwa Adam merupakan khalifah Allah di bumi dengan berdalihkan firman Allah, ”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Abdur Razaq, dari Muammar, dan dari Qatadah berkata berkaitan dengan firman Allah, ”Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan padanya.”
Seolah-olah Allah memberitahukan kepada para malaikat bahwa apabila di bumi ada makhluk, maka mereka akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana. Perkataan malaikat ini bukanlah sebagai bantahan kepada Allah sebagaimana diduga orang, karena malaikat disifati Allah sebagai makhluk yang tidak dapat menanyakan apa pun yang tidak diizinkan-Nya. Ibnu Juraij berkata bahwa sesungguhnya para malaikat itu berkata menurut apa yang telah diberitahukan Allah kepadanya ihwal keadaan penciptaan Adam. Maka malaikat berkata, ”Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya?” Ibnu Jarir berkata, ”Sebagian ulama mengatakan, ’Sesungguhnya malaikat mengatakan hal seperti itu, karena Allah mengizinkan mereka untuk bertanya ihwal hal itu setelah diberitahukan kepada mereka bahwa khalifah itu terdiri atas keturunan Adam. Mereka berkata, ”Mengapa Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan padanya?” Sesungguhnya mereka bermaksud mengatakan bahwa di antara keturunan Adam itu ada yang melakukan kerusakan.
Pertanyaan itu bersifat meminta informasi dan mencari tahu ihwal hikmah. Maka Allah berfirman sebagai jawaban atas mereka, ”Allah berkata, ’Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui,’ ” yakni Aku mengetahui kemaslahatan yang baik dalam penciptaan spesies yang suka malakukan kerusakan seperti yang kamu sebutkan, dan kemaslahatan itu tidak kamu ketahui, karena Aku akan menjadikan di antara mereka para nabi, rasul, orang-orang saleh, dan para wali. Insya Allah, saya akan mengemukakan pendapat Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan beberapa sahabat dan tabi’in tentang hikmah yang terkandung dalam firman Allah, ”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” – 103-106 AR-RIFA’I, Muhammad Nasib; Kemudahan dari Allah: ringkasan tafsir ibnu Katsir / Muhammad Nasib Ar-Rifa’i: penerjemah, Syihabuddin. – - Cet.1 – - Jakarta: Gema Insani Press 1999
____ ________________________________________________

Tafsir
Allah Ta’ala memberitahukan ihwal pemberian karunia kepada Bani Adam dan penghormatan kepada mereka dengan membicarakan mereka di al-Mala’ul A’la, sebelum mereka diadakan. Maka Allah berfirman, “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat.” Maksudnya, hai Muhammad, ceritakanlah hal itu kepada kaummu. “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Yakni, suatu kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Dialah yang menjadikankamu sebagai khalifah-khalifah di bumi.” (Faathir ayat 39)
Itulah penafsiran khalifah yang benar, bukan pendapat orang yang mengatakan bahwa Adam merupakan khalifah Allah di bumi dengan berdalihkan firman Allah, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Abdur Razaq, dari Muammar, dan dari Qatadah berkata berkaitan dengan firman Allah, “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan padanya.” Seolah-olah Allah memberitahukan kepada para malaikat bahwa apabila di bumi ada makhluk, maka mereka akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana. Perkataan malaikat ini bukanlah sebagai bantahan kepada Allah sebagaimana diduga orang, karena malaikat disifati Allah sebagai maklilulc yang tidak dapat menanyakan apa pun yang tidak diizinkan-Nya. Ibnu Juraij berkata baliwa sesungguhnya para malaikat itu berkata menurut apa yang telah diberitahukan Allah kepadanya ihwal keadaan penciptaan Adam. Maka malaikat berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya?” Ibnu Jarir berkata, “Sebagian ulama mengatakan, ‘Sesungguhnya malaikat mengatakan hal seperti itu, karena Allah mengizinkan mereka untuk bertanya ihwal hal itu setelah diberitahukan kepada mereka bahwa khalifah itu terdiri atas keturunan Adam. Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan padanya?” Sesungguhnya mereka bermaksud mengatakan bahwa di antara keturunan Adam itu ada yang melakukan kerusakan.
Pertanyaan itu bersifat meminta informasi dan mencari tahu ihwal hikmah. Maka Allah berfirman sebagai jawaban atas mereka, “Allah berkata, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” yakni Aku mengetahui kemaslahatan yang baik dalam penciptaan spesies yang suka melakukan kerusakan seperti yang kamu sebutkan, dan kemaslahatan itu tidak kamu ketahui, karena Aku akan menjadikan diantara mereka para nabi, rasul, orang-orang saleh, dan para wali. Insya Allah, saya akan mengemukaan pendapat Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas dan beberapa sahabat dan tabi’in tentang hikmah yang terkandung dalam firman Allah,”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” http://superpedia.rumahilmuindonesia.net/index.php?title=Tafsir_Ibnu_Katsir_Surah_Al_Baqarah_ayat_30#.22Dan_ingatlah_ketika_Tuhanmu_berfirman_kepada_para_malaikat..22













Juli 2nd, 2009 at 2:40 am
Alhamdulillah dapat penceraahan jika membacanya
Juli 2nd, 2009 at 3:14 am
Alhamdulillah kalo gitu ^_^
Oktober 17th, 2010 at 4:11 pm
apa yg kmu baca akn menambah kekuatan iman di dlm hati kmu ..??
Maret 26th, 2011 at 2:17 am
[...] Inilah tujuan kedua dari penciptaan manusia, yaitu menjadi seorang khalifah di bumi. Dalam skala kecil khalifah juga dapat diartikan sebagai khalifah(pemimpin) terhadap diri sendiri. Artinya kita dituntut untuk mengendalikan diri kita agar sesuai dengan tujuan penciptaan manusia (untuk menyembah Alloh). Untuk tafsir lebih jelas anda dapat membaca di Ringkasan Tafsir Surat Al Baqoroh Ayat 30 [Menurut tafsir Ibnu Katsir]. [...]
Desember 29th, 2011 at 1:23 am
jazaakallah khair ^^