Mahligai Cinta

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Kelak pada hari kiamat, Alloh Subhanahuwata’ala berfirman:
‘Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku?
Pada hari ini Aku akan menaungi mereka di bawah naungan-Ku saat tiada naungan, kecuali hanya naungan-Ku’.”
[HR. Muslim, Tirmidzi, Ad-Darimi, Malik, dan Ahmad]

Setiap manusia tak lepas dari apa yang disebut cinta. Apapun definisinya, cinta tetap menarik untuk dibahas. Tak terkecuali dalam Islam. Cinta atau mahabbah memiliki kedudukan istimewa, bahkan orang yang jatuh cinta mendapat perhatian khusus dari Alloh, bahwa dia berhak mendapat rahmat dan syafa’at. Sehingga Dia pun menjanjikan kepada hamba-Nya yang jatuh cinta akan memperoleh naungan di hari Kiamat.
Dari Mu’adz bin Jabal radliyallahu ‘anhu, ia mendengar Rasululloh bersabda:
“Alloh berfirman: ‘Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-ku, mereka akan memperoleh mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat para nabi dan para syuhada iri melihat mereka’.” [Riwayat Imam Tirmidzi dalam kitab Jami’]


Kisah cinta antara Yusuf dan Zulaikha harusnya mampu menjadi pelajaran, bahwa Alloh akan memberi yang terbaik kepada orang yang meninggalkan kesukaannya yang haram. Ketika Yusuf meninggalkan istri Al-Aziz karena Alloh, dan lebih memilih dipenjara daripada melakukan perselingkuhan yang keji dengannya, maka Alloh memberinya imbalan kekuasaan atas negeri Mesir sehingga ia dapat tinggal dimana saja ia sukai. Dan pada kesudahannya, Zulaikha, istri Al-‘Aziz itupun mengemis cinta dan memohon agar Yusuf mau menikahinya. Yan

g akhirnya, Yusuf ‘alaihisallam pun menikahinya. Setelah mereka melewati malam pertamanya, Yusuf pun berkata: “Bukankah cara ini lebih baik dari pada apa yang dahulu engkau inginkan?”
Renungkanlah, bagaimana Alloh memberi balasan seusai kesempitan dalam penjara? Dan bagaimana Alloh menghinakan Al-‘Aziz dan istrinya, bahkan istrinya dan semua wanita Mesir mengakui kesucian diri dan kebersihan nama Yusuf. Dan memang demikianlah ketentuan sunatullah untuk hamba-hamba-Nya sejak masa lalu hingga sekarang.
Maimun bin Mahran telah mengatakan bahwa dzikir itu ada dua macam, yaitu dzikir kepada Alloh dengan lisan adalah hal yang baik, namun yang lebih baik lagi ialah berdzkir mengingat Alloh saat hendak melakukan perbuatan durhaka terhadap-Nya, sehingga mengurungkan niatnya.
Abu Hurairah dan Ibnu ‘Abbas telah meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah sebelum wafat, salah satunya beliau bersabda:
“Dan barang siapa yang mampu menguasai wanita atau gadis dengan cara yang haram, lalu ia meninggalkannya karena takut kepada Alloh, maka Alloh akan memberinya keamanan pada hari yang amat besar ketakutannya (hari Kiamat), mengharamkannya masuk neraka, dan memasukkanya ke Surga.” [HR. Ahmad]
Dengan menentang hawa nafsu dari perbuatan maksiat, Alloh akan menjadikan jalan seseorang ke Surga dengan mudah. Dan Alloh telah memberitahu:
“…dan janganlah kamu mengkuti hawa nafsu, karena ia hanya akan menyesatkan kamu dari jalan Alloh. Sesungguhnya, orang-orang yang sesat dari jalan Alloh akan mendapat adzab yang berat, karena mereka melupakan hari Perhitungan.” [QS. Shaad: 26]
“Mereka itulah yang dikunci mati hati mereka oleh Alloh dan mengikuti hawa nafsu mereka.” [QS. Muhammad: 16]
Imam Ahmad menyebutkan melalui hadits Ja’far bin Hayyan, dari Abul Hakam, dari Abu Barzah Al-Islami radliyallahu ‘anhu, bahwa Rasululloh bersabda:
“Hal yang paling aku takutkan akan menimpa diri kalian ialah syahwat yang tak terkendali dalam perut kalian dan hawa nafsu yang menyesatkan.”
Hawa nafsu adalah pagar yang mengelilingi neraka Jahannam. Barang siapa yang melanggarnya, pasti masuk ke dalam neraka, sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Shahihain dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah bersabda:
“Surga itu dikelilingi hal-hal yang tidak disukai (hawa nafsu), sedang neraka dikelilingi oleh hal-hal yang disukai oleh hawa nafsu.”
Maka sikap sebagai muslim, bersabar adalah yang utama. Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan:
“Tidaklah sekali-kali orang-orang yang bertahan dalam kesabaran karena Aku, melainkan mereka selalu berada dalam pengawasan-Ku.”
Wahb bin Munabbih telah menceritakan, dahulu ada seorang ahli ibadah Bani Israil yang tinggal dalam biara mengerjakan ibadahnya. Lalu ada lelaki yang mendatangi wanita tunasusila, kemudian memberinya sejumlah uang seraya berkata: “kamu harus menggoda ahli ibadah itu”. Wanita itu datang ke biara ahli ibadah itu pada malam hari saat hujan, lalu memanggilnya. Ia melihatnya dan wanita itu berkata: “Berilah aku tempat bernaung di dalam biaramu!” Namun ia tidak memperdulikannya dan kembali melanjutkan ibadahnya.
Wanita itu kembali memanggil: “Hai hamba Alloh, berilah aku tempat bernaung. Tidakkah kau lihat malam yang gelap lagi hujan ini?” Wanita itu terus-menerus memohon hingga akhirnya ahli ibadah itu memberikannya tempat bernaung di biaranya. Setelah masuk, wanita itu berbaring dekat si ahli ibadah seraya memperlihatkan kecantikan tubuhnya.
Lama kelamaan, muncul hawa nafsunya untuk menggauli wanita itu, namun ia berkata kepada dirinya sendiri: “Tidak! Demi Alloh, aku akan melihat terlebih dahulu kesabaranmu terhadap api.” Kemudian ia bangkit menuju tempat pelita dan meletakkan salah satu jarinya ke dalam api hingga terbakar. Sesudah itu ia melanjutkan ibadahnya. Namun hawa nafsunya kembali menyerunya untuk berbuat mesum dengan wanita itu, kemudian ia bangkit menuju pelita dan memasukkan jarinya ke dalam api lagi. Begitu seterusnya setiap kali hawa nafsunya muncul, hingga semua jari-jarinya terbakar. Ketika wanita itu menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu, akhirnya ia sendiri yang pingsan kemudian meninggal dunia.
Dalam sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Alloh telah berfirman: ‘Telah pasti kecintaan-Ku kepada orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang duduk bersama Aku, orang-orang yang saling berkunjung karena Aku, dan orang-orang yang saling memberi karena Aku’.” [HR. Malik]
Karena kemanisan cinta sesungguhnya abadi, Alloh pun menurunkan kebijaksaan untuk memanajemen mahligai cinta dalam ridho-Nya, yaitu pernikahan.
“Hai para pemuda! siapa saja di antara kamu yang telah mampu, maka hendaklah ia menikah. Karena menikah itu membatasi pemandangan dan menjaga kehormatan. Bagi siapa saja yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu menjadi perisai baginya.” [HR. Bukhari]
Sebuah kisah dari hadits ‘Amr bin Dinar disebutkan dari Thawus, dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu bahwa pernah ada seorang lelaki yang bertanya: “Wahai Rasululloh dalam asuhanku terdapat seorang anak perempuan yatim yang telah dilamar oleh seorang laki-laki kaya dan seorang lelaki lainnya yang miskin. Kami lebih menyukai lelaki yang kaya, tetapi anak itu lebih menyukai lelaki yang miskin.”
Maka Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wassalam menjawab:
“Tiada yang didambakan oleh dua orang yang saling jatuh cinta selain pernikahan.” [HR. Sulaiman bin Musa]
Selain menikah merupakan sunnah Nabi yang sangat dianjurkan, ia juga untuk memperoleh keturunan, menghalangi dari perbuatan maksiat dan menentramkan hati yang gundah, serta menyalurkan rasa kasih sayang antara sesama muslim secara halal.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang….” [Ar-Ruum: 21]
Nikmatilah anugrah mahligai cinta karena Alloh. Sebab ia akan memborong semua kemuliaan dunia dan akhirat.. Pada hari Kiamat nanti, dalam sabda Nabi:
“Engkau akan dihimpun bersama orang yang engkau cintai.” [HR. Bukhari, Tirmidzi, Ahmad, dan Muslim]
Dan betapa mulia orang yang meninggalkan nafsunya:
“Wahai pemuda yang meninggalkan nafsu syahwatnya karena Aku dan memelihara kesucian dirinya karena Aku, engkau menurut-Ku tak ubahnya bagaikan sebagian dari malaikat-malaikat-Ku.” [Hadits Qudsi]

[pernah dimuat di Buletin Al-Kahfi Universitas Muhammadiyah Surakarta]

Tentang anggra ayyaadon

I am just an ordinary girl with many weaknesses Tampilkan semua tulisan oleh anggra ayyaadon

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.