Al-Lajnah Ad-Daimah lil Ifta ditanya:
Apa hukum seorang suami yang mengumpulkan di bawah tanggung jawabnya lebih dari 4 istri, terangkan beserta dalil-dalilnya karena kebutuhan yang sangat untuk mengetahui permasalahan tersebut? Continue reading
Al-Lajnah Ad-Daimah lil Ifta ditanya:
Apa hukum seorang suami yang mengumpulkan di bawah tanggung jawabnya lebih dari 4 istri, terangkan beserta dalil-dalilnya karena kebutuhan yang sangat untuk mengetahui permasalahan tersebut? Continue reading
Warna jilbab yang dikenakan oleh muslimah ketika keluar rumah.
هل هناك لون معين يجب أن ترتديه المرأة عند خروجها، أي لا بد مثلاً أن ترتدي جلباباً أسوداً مع تغطية الوجه، أم ليس هناك لون معين يجب أن تتقيد به؟
Pertanyaan, “Apakah ada warna tertentu yang wajib dikenakan oleh seorang muslimah ketika keluar rumah? Dengan kata lain, harus memakai jilbab berwarna hitam disamping menutup wajah ataukah tidak ada warna tertentu yang wajib dipatuhi oleh seorang muslimah?” Continue reading
Sebagian muslimah yang taat beragama beranggapan bahwa satu-satunya warna pakaian muslimah yang ‘nyunnah’ adalah hitam. Jika ada yang berpakaian dengan warna selain hitam -apapun warnanya- maka dia belum menjadi muslimah sejati. Lebih parah lagi, ada yang beranggapan bahwa warna hitam adalah tolak ukur muslimah yang bermanhaj salaf. Artinya jika warna pakaian seorang muslimah bukan hitam maka dia bukan muslimah salafiyyah (muslimah yang bermanhaj salaf).
Untuk menilai anggapan di atas, marilah kita simak fatwa salah seorang ulama ahli sunnah Continue reading
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah menemui seorang yang makan dengan tangan kirinya. Rasulullah bersabda kepadanya, “Makanlah dengan tangan kananmu“. “Aku tidak bisa”, jawab orang tersebut. “Jika demikian, engkau tidak akan pernah bisa makan dengan tangan kanan“, sabda Nabi. Demikian itu karena tidak ada yang menghalangi untuk melakukan apa yang Nabi perintahkan kecuali karena motivasi kesombongan. Continue reading
Kejadian ini sering saya lihat (terutama) di masjid kampus. Mengingat hampir tiap hari saya shalat disana (terutama dhuhur dan ‘ashar). Saya melihat jama’ah wanita tidak pernah peduli dengan keadaan. Biasanya ketika shalat dhuhur berlangsung, masih banyak jama’ah yang menunggu, biasanya karena tidak kebagian rukuh atau tempatnya penuh. Dan setelah shalat dhuhur selesai mereka langsung tidak karuan shalat sendiri-sendiri sesuka hati. Tak hanya itu, shaf mereka pun berpencar kemana-mana tanpa sutroh. Hal ini sangat amat menyusahkan bagi yang ingin keluar dari masjid atau yang mau masuk. Tapi bagi yang tidak paham betapa kerasnya larangan lewat di depan orang shalat, yaaa ngaciiir gitu aja. Bahkan saya yang sudah berhati-hati saja kadang kaget sekali ketika menemukan ternyata ada orang sedang sujud di hadapan saya. Astaghfirullah. Kalau pun ada yang berjama’ah… ya mereka membuat jama’ah sendiri-sendiri. Ada yang berempat, ber-delapan, dan minimal berdua. Sedangkan yang berjama’ah mengikuti imam laki-laki hanya segelintir saja. Sedih lihatnya tapi mau bagaimana lagi?. Coba kalau mereka memahami tidak bolehnya membangun dua jama’ah dalam satu ruang/masjid, mesti tidak seberantakan gitu. Udah shafnya rapi, yang lewat tenang, yang shalat pun khusyu’ (tidak terganggu jama’ah lain). Hemmm…. baca ampe abis
Bolehkah Kaum Wanita Menetapkan Seorang Wanita Untuk Mengimami Mereka dalam Melakukan Shalat Berjama’ah di Bulan Ramadhan?
Pertanyaan ke-202: Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya: Bolehkah Kaum Wanita Menetapkan Seorang Wanita Untuk Mengimami Mereka dalam Melakukan Shalat Berjama’ah di Bulan Ramadhan? baca ampe habis